Arsip Tag: Kecamatan Cepu

Mahasiswa KKN Pintar Unugiri Wadahi Bakat Siswa SD Negeri 1 Kapuan Cepu Lewat Festival Literasi

KABARCEPU.COM – Mahasiswa KKN Pintar Unugiri Bojonegoro kembali berkontribusi untuk masyarakat dengan menyelenggarakan Festival Literasi di SD Negeri 1 Kapuan Cepu, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan generasi penerus bangsa.

Kegiatan yang dirancang Kelompok 38 mahasiswa KKN Pintar Unugiri Bojonegoro ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan siswa-siswi SD Negeri 1 Kapuan, tetapi juga untuk memberikan mereka wadah kreatif dalam mengungkapkan diri mereka melalui sastra.

Para mahasiswa KKN Pintar Unugiri Bojonegoro Kelompok 38 tersebut ingin menyampaikan pesan penting sejak dini kepada peserta didik di SD Negeri 1 Kapuan sebagai generasi penerus bangsa melalui antologi puisi yang mengangkat tema pendidikan, negara, dan lingkungan.

Festival Literasi yang dihelat mahasiswa KKN Pintar Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro ini dilangsungkan pada Senin, 16 Desember 2024 dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri 1 Kapuan serta diawasi secara langsung oleh Sutarno selaku Kepala Sekolah.

Literasi adalah salah satu fondasi penting dalam pendidikan yang mengajarkan anak-anak untuk membaca dan menulis. Di era digital ini, konsentrasi pada keterampilan literasi menjadi semakin vital.

Dengan perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, tantangan bagi generasi muda untuk tetap berinteraksi dengan teks secara kritis dan kreatif semakin meningkat.

Festival Literasi ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan tersebut, sekaligus sebagai ajang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaan mereka melalui puisi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Pintar Unugiri Bojonegoro berkolaborasi dengan siswa untuk menulis dan membacakan puisi hasil karya mereka sendiri. Setiap bait yang dibacakan mengandung pesan yang mendalam tentang pentingnya pendidikan dalam menciptakan generasi yang peduli akan bangsa dan lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Sutarno selaku Kepala Sekolah menyampaikan rasa bangga atas keikutsertaan siswa-siswi SD Negeri 1 Kapuan dalam Festival Literasi melalui Antologi Puisi : Bercerita dan Berkarya yang mengangkat tema Pendidikan, Negara, dan Lingkungan ini.

Harapannya, lanjutnya dikatakan, partisipasi peserta didik kami dalam festival ini dapat memotivasi seluruh siswa untuk lebih giat dalam belajar, serta mencintai dan melestarikan lingkungan hidup dan bangsanya. Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuan berbahasa serta berpikir kritis.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Pintar Unugiri yang telah mendampingi siswa-siswi kami untuk berkarya dan menyuarakan gagasan-gagasan mereka melalui seni dan literasi. Untuk para siswa yang mengikuti festival ini, isi dan lakukan yang terbaik,” pesan Sutarno dalam sambutannya.

Ketua Kelompok 38 KKN Pintar Unugiri Bojonegoro sekaligus Koordinator Desa, Salman Al-Mubarok, menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak dalam berbahasa dan berkomunikasi.

“Festival ini adalah momen yang istimewa, karena melalui puisi, kita dapat mengekspresikan perasaan, dengan cara yang indah. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang memahami dan merasakan,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, antologi yang dihasilkan tidak hanya menjadi wadah ekspresi bagi anak-anak, tetapi juga sebagai sarana untuk mendiskusikan berbagai topik penting seperti pentingnya pendidikan berkualitas, tanggung jawab sebagai warga negara, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Festival Literasi yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan serangkaian workshop menulis puisi yang dipandu oleh mahasiswa KKN. Dalam suasana yang ceria dan penuh semangat, anak-anak diajak untuk menggali ide-ide kreatif mereka serta menuangkan pikiran mereka ke dalam bentuk kata-kata.

Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa KKN Pintar Unugiri Bojonegoro berusaha menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak dan membantu mereka memahami cara berkomunikasi secara efektif melalui sastra.

Ketika antologi puisi selesai disusun, mahasiswa KKN Pintar Unugiri bersama siswa mengadakan acara pembacaan puisi yang menjadi momen spesial, karena tidak hanya anak-anak menunjukkan kreativitasnya, tetapi juga mengajak audiens untuk berperan aktif dalam mendukung literasi dan kesadaran sosial.

Acara tersebut, berakhir pada pukul 10.00 WIB dengan serangkaian seremonial yang menyisakan momen berharga antara mahasiswa dari Unugiri Bojonegoro bersama siswa-siswi SD Negeri 1 Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Festival Literasi yang merupakan salah satu program kerja dari KKN Pintar Unugiri Bojonegoro Kelompok 38 bukan hanya sekadar acara, tetapi merupakan sebuah gerakan untuk kembali menekankan pentingnya literasi sebagai dasar dalam menciptakan individu yang cerdas dan peduli. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Pintar Unugiri Bojonegoro berharap dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para generasi penerus bangsa sejak dini.***

Pengirim: Yeti Nur Hidayah (Anggota KKN Pintar Unugiri Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Blora).

Bikin Nyesek, Ini Isi Surat Wasiat Pelaku Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora

KABARCEPU.COM – Kasus pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Minggu, 12 Mei 2024 sekira pukul 04.00 WIB menggegerkan warga Kota Cepu.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan berada di kursi panjang depan rumah (Semah) salah satu warga Cepu Kidul RT 02/RW 07, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ditemukan dalam kondisi sehat, di dekat bayi itu terdapat sebuah surat wasiat tulisan tangan beserta perlengkapan bayi yang ditinggalkan oleh pelaku.

Semah, warga RT 02/RW 07, Cepu Kidul mengaku, awalnya kaget mendengar ada suara bayi di luar rumah menjealng subuh yang dikira kucing.

Setelah melihat keluar ternyata ia (Semah) kaget menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kursi teras rumahnya.

“Disini ada suara nangis saya keluar. Pukul 04.00. Lihat itu bayi atau tidak. Kirain kucing, ternyata bayi. Saya lari kerumah pak RT untuk melapor. Habis itu, baru berani pegang bayinya itu,” ucapnya.

“Ditinggalkan lengkap dengan wasiatnya. Ada tas, popok, baju, susu, sarung tangan. Lengkap sama wasiatnya juga,” imbuhnya.

Isi Surat Wasiat Pelaku Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora

Sementara dalam surat wasiat itu berbunyi sebagai berikut:
“Hari jumat jam 04.00 subuh, belum ada nama, belum di brokohi, tolong njenengan rawat dan jaga anak baik ini. Saya percaya kalau njenegan bisa menjaga dan mendidik anak ini dengan baik. Anggaplah sebagai anak sendiri. Kalau bisa tolong rawat sendiri. Jangan diadopsi orang lain. Dia anak yang kuat, anak hebat dan semoga jadi anak yang sholeh. Amiin.BB 2,1 Kg. Tolong jangan dipijit, jangan kena kipas angin, susu ½ botol plus ½ sendok susu. Jaga dan rawat anak ini dengan baik ya? Terima masih. Saya percaya sama njenengan”.

Diketahui pelaku pembuangan bayi di Cepu Blora itu merupakan ibu kandung sendiri yang berinisial DK (42).

Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 15 Mei 2024.

AKP Selamet mengatakan bahwa DK (42) merupakan warga Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yang saat ini bekerja di wilayah Kabupaten Jepara.

“Tersangka di tangkap di wilayah Kecamatan Kalinyamatan Jepara, selanjutnya di bawa ke Polres Blora guna proses Hukum lebih lanjut, karena terbukti melakukan Tindak Pidana tersebut kemudian dilakukan Pemeriksaan dan dibuatkan berita acara penangkapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Selamet mengungkapkan bahwa pelaku awalnya hendak melahirkan sendiri bayinya ditempat kost.

Karena tidak bisa melakukan persalinan secara langsung atau madiri, lanjut AKP Selamet, pelaku akhirnya pergi ke puskesmas untuk meminta bantuan.

Setelah melahirkan dan bayi dianggap sehat, AKP Selamet mengatakan, pelaku kemudian pulang ke kostnya di wilayah Mayong, Kabupaten Jepara.

Dari Jepara, lanjut AKP Selamet, bayi tersebut beserta tali pusar dan perlengkapan bayi kemudian dibawa naik travel menuju ke Cepu, Kabupaten Blora oleh ibunya.

“Kemudian pada malam hari itu juga sekitar jam 17.00 si ibu bersama bayi dan perlengkapannya naik travel menuju Cepu. Di Cepu menginap selama dua hari dan akhirnya memutuskan rencana awal akan menitipkan bayi ke kerabatnya yang ada di Cepu tapi karena merasa takut, dan malu dia mengurungkan niat untuk menyerahkan bayi tersebut,” kata AKP Selamet.

AKP Selamet menambahkan, bayi tersebut akhirnya ditinggal di depan teras di bangku rumah warga RT 02/RW 07 Cepu Kidul, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Setelah menitipkan bayinya beserta sebuah surat wasiat, lanjut AKP Selamet, pelaku kemudian kembali ke Jepara untuk melanjutkan pekerjaan di pabrik tas di Mayong Jepara.

“Karena perbuatan si ibu yang menelantarkan bayinya kami jerat pasal 307 jo 305 KUHPdengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” tutup AKP Selamet.***