KABARCEPU.COM – Nikon D5200 dan Canon EOS 650D, dua kamera DSLR entry level yang pernah merajai penjualan beberapa tahun lalu, adalah contoh klasik dari perangkat yang membantu banyak fotografer pemula terjun ke dunia fotografi.
Meskipun tergolong “lawas” jika dibandingkan dengan model-model terbaru, keduanya tetap worth it dan menarik, terutama bagi mereka yang mencari kamera DSLR murah meriah dengan kualitas yang mumpuni.
Menelisik keunggulan dan kekurangan masing-masing dari berbagai aspek, dapat membuat keputusan yang lebih tepat, terutama bagi mereka yang mempertimbangkan untuk membeli salah satu dari kedua kamera ini, baik sebagai kamera pertama, atau sebagai cadangan.
Spesifikasi Utama: Sekilas Perbandingan di Atas Kertas
Nikon D5200:
– Sensor : 24.1MP APS-C CMOS.
– Prosesor Gambar: EXPEED 3.
– ISO: 100-6400 (Expandable to 25600).
– Sistem Fokus: 39-point AF.
– Kecepatan Burst: 5 fps.
– Layar: 3.0″ Articulating LCD (921k dots).
– Video: 1080p/30fps.
– Mikrofon: Stereo Built-in.
– Berat (dengan baterai): 555g.
Canon EOS 650D:
– Sensor : 18MP APS-C CMOS.
– Prosesor Gambar: DIGIC 5.
– ISO: 100-12800 (Expandable to 25600).
– Sistem Fokus: 9-point AF.
– Kecepatan Burst: 5 fps.
– Layar: 3.0″ Articulating Touchscreen LCD (1,040k dots).
– Video: 1080p/30fps.
– Mikrofon: Mono Built-in.
– Berat (dengan baterai): 575g.
Dari tabel di atas, terlihat bahwa Nikon D5200 unggul dalam hal resolusi sensor (24.1MP vs 18MP) dan jumlah titik fokus (39 vs 9). Sementara itu, Canon EOS 650D memiliki keunggulan pada layar sentuh dan resolusi layar yang lebih tinggi.
Kualitas Gambar: Resolusi vs. Karakteristik Warna
Nikon D5200 menawarkan resolusi sensor yang lebih tinggi, yang berarti foto yang dihasilkan akan memiliki detail yang lebih tajam dan memungkinkan untuk melakukan cropping (pemotongan) yang lebih leluasa tanpa kehilangan terlalu banyak detail. Namun, resolusi bukanlah segalanya.
Canon EOS 650D, meskipun memiliki resolusi yang lebih rendah, seringkali dipuji karena karakteristik warna yang lebih menyenangkan dan alami, terutama untuk potret. Hal ini subjektif, tentu saja, dan preferensi warna akan sangat bergantung pada selera masing-masing fotografer.
Secara umum, keduanya menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi dalam kondisi pencahayaan yang baik. Namun, dalam kondisi low-light (cahaya rendah), Nikon D5200 sedikit lebih unggul karena kemampuannya dalam mengendalikan *noise* (bintik-bintik) pada ISO tinggi. Meskipun keduanya dapat diperluas hingga ISO 25600, performa yang optimal biasanya dicapai pada rentang ISO 100-3200.
Sistem Fokus: Kecepatan dan Ketepatan
Salah satu perbedaan signifikan antara kedua kamera ini terletak pada sistem fokusnya. Nikon D5200 dilengkapi dengan sistem fokus 39 titik, yang menawarkan cakupan yang lebih luas dan presisi yang lebih tinggi, terutama saat memotret subjek yang bergerak. Ini sangat bermanfaat untuk fotografi olahraga, satwa liar, atau bahkan potret candid.
Canon EOS 650D memiliki sistem fokus 9 titik yang lebih sederhana. Meskipun tidak seakurat D5200, sistem fokus 650D tetap cukup cepat dan akurat untuk sebagian besar kebutuhan fotografi sehari-hari. Selain itu, sistem fokus EOS 650D juga dikenal lebih handal dalam kondisi low-light.
Layar dan Kontrol: Kemudahan Penggunaan
Kedua kamera ini dilengkapi dengan layar LCD artikulasi (dapat diputar), yang sangat membantu saat memotret dari sudut yang sulit. Namun, Canon EOS 650D memiliki keunggulan karena layarnya adalah layar sentuh. Layar sentuh memudahkan navigasi menu, pemilihan titik fokus, dan bahkan mengambil foto.
Dari segi kontrol fisik, keduanya memiliki tata letak tombol yang intuitif dan mudah dipelajari. Namun, beberapa pengguna mungkin merasa bahwa Nikon D5200 memiliki sedikit lebih banyak opsi kustomisasi tombol, yang memungkinkan fotografer untuk menyesuaikan kamera sesuai dengan kebutuhan mereka.
Video: Kualitas yang Layak
Kedua kamera ini mampu merekam video dengan resolusi 1080p pada 30fps. Kualitas video yang dihasilkan cukup baik untuk penggunaan sehari-hari dan berbagi di media sosial. Namun, perlu diingat bahwa keduanya memiliki keterbatasan dalam hal fitur video yang lebih canggih, seperti log profiles atau 4K recording, yang banyak ditemukan pada kamera mirrorless modern.
Canon EOS 650D memiliki keunggulan kecil dalam hal audio, karena dilengkapi dengan jack mikrofon eksternal. Sementara Nikon D5200 hanya memiliki mikrofon stereo built-in.
Lensa: Ekosistem yang Luas
Baik Nikon maupun Canon memiliki ekosistem lensa yang sangat luas, dari lensa kit yang murah hingga lensa profesional yang sangat mahal. Pilihan lensa yang tersedia sangat beragam, mulai dari lensa*wide angle untuk pemandangan hingga lensa telephoto untuk olahraga dan satwa liar.
Namun, perlu diperhatikan bahwa lensa Nikon DX (yang dirancang untuk sensor APS-C) tidak dapat digunakan pada kamera Nikon full-frame, sementara lensa Canon EF-S (yang dirancang untuk sensor APS-C) dapat digunakan pada kamera Canon full-frame dengan sedikit penyesuaian.
Harga dan Ketersediaan: Murah dan Mudah Didapatkan
Salah satu daya tarik utama dari Nikon D5200 dan Canon EOS 650D adalah harganya yang terjangkau. Karena merupakan model yang sudah cukup lama, harga keduanya di pasar bekas (second-hand) sangatlah menarik. Anda dapat menemukan unit yang masih dalam kondisi baik dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kamera entry level terbaru.
Keduanya juga relatif mudah ditemukan di pasar bekas. Anda dapat mencarinya di toko kamera bekas, forum jual beli online, atau platform e-commerce.
Kesimpulan: Pilihan yang Tepat Tergantung Kebutuhan
Nikon D5200 dan Canon EOS 650D adalah dua kamera DSLR entry level yang solid dan mampu menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi. Pilihan yang tepat tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing fotografer.
Pilih Nikon D5200 jika:
– Anda membutuhkan resolusi sensor yang lebih tinggi.
– Anda membutuhkan sistem fokus yang lebih akurat dan cepat.
– Anda lebih suka kustomisasi kontrol yang lebih banyak.
– Anda lebih fokus pada fotografi daripada video.
Pilih Canon EOS 650D jika:
– Anda lebih menyukai karakteristik warna Canon yang lebih alami.
– Anda membutuhkan layar sentuh yang intuitif.
– Anda membutuhkan jack mikrofon eksternal untuk merekam video yang lebih baik.
– Anda menginginkan kamera yang mudah digunakan dan dipelajari.
Cara terbaik untuk menentukan pilihan adalah dengan mencoba kedua kamera tersebut secara langsung. Kunjungi toko kamera terdekat dan coba ambil beberapa foto dengan masing-masing kamera. Perhatikan bagaimana rasanya memegang dan mengoperasikan kamera tersebut. Dengan demikian, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan menemukan kamera yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya fotografi Anda.***